Kamis, 04 Juli 2013

Maklah Damapak dari Penebangan Hutan

KARYA ILMIAH

DAMPAK PENEBANGAN HUTAN
BAGI KEHIDUPAN
DI KAB. MERANGIN

 














OLEH:
GATOT TRIAMBODO
XI IPA 4
SMA NEGERI 1 MERANGI

2012-2013



DAFTAR ISI

            Kata Pengantar........................................................................................................ x
            BAB I PENDAHULUAN
            Latar Belakang........................................................................................................ 1
            Tujuan...................................................................................................................... 1
            Rumusan Masalah................................................................................................... 1
            Landasan Teori........................................................................................................ 2
            BAB II ISI
            Penjelasan................................................................................................................ 3
            BAB III KESIMPULAN
            Kesimpulan.............................................................................................................. 5
            Kritik dan Saran...................................................................................................... 5
            Daftar Pusataka....................................................................................................... 6


 KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa Karena atas izin –Nya lah saya dapat menyelesaikan karya saya ini yang berjudul “Dampak Penebangan Hutan Bagi Kehidupan di Kabupaten Merangin”.
            Tak lupa pula saya ucapkan banyak terima kasih kepada guru bahasa Indonesia dan orang-orang yang telah berjasa kepada pembuatan karya saya ini. Dan terima kasih kepada teman-teman saya yang telag membantu saya.
            Dan saya berharap agar karya saya ini dapat bermanfaat bagi kita semua  terutama kepada masyarakat Merangin. Demikianlah ucapan dari saya.


                                                                                                                                    Penulis



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

            Hutan merupakan paru-paru dunia yang memiliki peran dalam menyuplai oksigen dan udara bersih dunia. Hutan di kabupaten Merangin merupakan salah satu yang terbesar di provinsi Jambi. Tercatat pada tahun 1998 hutan di Merangin seluas 767.890 hektar. Terdiri dari HPL seluas 423.879 hektare (55,20 persen), dan 351.023 hektare (44,80 persen) adalah kawasan hutan. Baik sebagai hutan produksi (HP/HPT), hutan lindung (HL) maupun hutan konservasi. Tetapi pada tahun 2008 kawasan hutan di Merangin menurun drastis, tercatat kawasan hutan menjadi 339.180 hektare. Penurunan ini disebabkan banyaknya penebangan hutan yang terjadi akhir-akhir ini.
            Penebangan hutan yang terjadi akan berdampak pada rusaknya ekosistem dan peyimpitan kawaan hutan Merangin. Selain itu  dampak-dampak lain yang mengganggu kesehatan dan lain-lain dapat terjadi. Oleh sebab itu saya membuat karya ini untuk mencari informasi mengenai dampak dari penebangan hutan di kabupaten Merangin dan memberikan informasi tersebut kepada semua  sebagai informasi dan pengetahuan kita tentang keadaan lingkungan sekitar kita agar kta dapat menjadi lebih baik.

1.2 TUJUAN

            Untuk mencari informasi mengenai dampak dari penebangan hutan di Kabupaten Merangin pada kehidupan dan memberikan informasi tersebut kepada masyarakat sekitar agar dapat bermanfaat.

1.3 RUMUSAN MASALAH
1.      Apa dampak dari penebangan hutan bagi kehidupan di Kabupaten Merangin?
2.      Dimana kawasan terbesar yang mengalami dampak penebangan hutan di Kab. Merangin?
3.      Siapa yang melakukan penebangan hutan di Kabupaten Merangin?
4.      Mengapa penebangan hutan terjadi di Kabupaten Merangin?
5.      Bagaiman cara mengatasi penebangan hutan di Kabupaten Merangin?



1.4 LANDASAN TEORI

            Menurut Dr. Sumardi Hs, S.Sos hutan merupakan suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, dan yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.  
  Menurtut Dr. Sumardi Hs, S.Sos Ada beberapa fungsi hutan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk di muka bumi, diantaranya:
      1.    Menyediakan oksigen (O2)
      2.    Menyerap karbon dioksida (CO2)
      3.    Mencegah erosi
      4.    Pelestarian Plasma Nutfah
      5.    Mengatasi Penggenangan
      6.    Pelestarian Air Tanah
            Nalim mengatakan, di Merangin memiliki luas wilayah 767.890 hektare yang terdiri dari HPL seluas 423.879 hektare (55,20 persen), dan 351.023 hektare (44,80 persen) adalah kawasan hutan. Baik sebagai hutan produksi (HP/HPT), hutan lindung (HL) maupun hutan konservasi.
            "Kondisi hutan yang ada saat ini sangat memprihatinkan, termasuk di Merangin akibat banyak mengalami gangguan-- defirestasi---. Antara lain, perambahan hutan, ilegal logging, kebakaran hutan dan lain-lain," katanya. 
            Menurut Siswo, perambahan terjadi sejak 1996 hingga saat ini, kerusakan hutan yang ada di Jambi, sebagian besar disebabkan oleh kegiatan perambahan. Hal ini awalnya menjadi laporan Pemkab Merangin pada 2008 tentang adanya perambahan secara besar-besaran.
            “Hutan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan kita, baik langsung maupun tidak langsung. Diantaranya produksi hasil hutan, mengatur iklim mikro dan eko wisata. Oleh sebab itu, kerusakan hutan akan dapat menimbulkan terjadinya bencana alam dan kerugian yang besar bagi masyarakat, seperti banjir, tanah longsor dan pemanasan global,” jelas Nalim.
            Kata bupati, kawasan hutan perlu dikelola, dan ditata di wilayah pengelolaan hutan dengan mempertimbangkan fungsi pokok dan peruntukannya. Ini sebagai syarat terciptanya pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, berkeadilan, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta meningkatkan pendapatan daerah.








BAB II
ISI


2. PENJELASAN


            Penebangan hutan semakin sering terjadi, termasuk di kabupaten Merangin. Tak hal kegiatan seperti itu menimbulkan dampak yang besar. Penembangan hutan tanpa pemikiran logis dapat mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem lingkungan. Hewan-hewan yang ada di hutan kabupaten Meragin sekarang semakin berkurang mengikuti kawasan hutan yang semakin menyempit. Tak hal terkadang hewan-hewan yang ada di hutan keluar dan masuk kepemungkiman warga untuk mencari makan karena hutan sebagai tempat mencari makan mereka telah dirusak warga. Dan yang tak kalah penting lagi adalah fungsi hutan sebagai penyedia oksigen dan penyerap carbodioksida, pencegah erosi, mengatasi penggenaan, dan penjaga air tanah. Seperti yang dikatakan oleh Bupati Merangin Bpk. Nalim dalam Koran Tribun Jambi“Hutan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan kita, baik langsung maupun tidak langsung. Diantaranya produksi hasil hutan, mengatur iklim mikro dan eko wisata. Oleh sebab itu, kerusakan hutan akan dapat menimbulkan terjadinya bencana alam dan kerugian yang besar bagi masyarakat, seperti banjir, tanah longsor dan pemanasan global,” jelas Nalim.
     Bila dipikirkan apabila hutan semakin dirusak tentu akan berakibat pada berkurangnya fungsi hutan. Ujung-ujungnya akan berdampak pada berkurangnya udara bersih karena hutan tidak bisa menyuplai oksigen sebagai mana biasanya dan karbondiosida yang bebas bertebaran di udara; tanah yang longsor atau erosi karena akar pohon tidak menyangga tanah lagi; Terganggunya sistem hidro-orologis akibat kerusakan hutan. Banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau merupakan salah satu contoh dari tidak berfungsinya hutan untuk menjaga tata air. Air hujan yang jatuh tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah, laju aliran permukaan atau runoff begitu besar dapat mengakibatkan banjir; atau pun yang lagi sering dibicarakan adalah pemanasan global yang mengakibatkan suhu udara yang semakin panas. 
            Sebagian besar dari daerah di kabupaten Merangin menerima dampak dari penebangan hutan baik itu di pusat kota Bangko maupun di sekitar kawasan hutan. Jika dilihat kawasan yang mengalami dampak terbesar adalah kota Bangko. Meski dampaknya tidak bisa dirasakan oleh semua orang tetapi jika kita runungkan dapat kita rasakan. Udara yang semakin panas merupakan tanda-tanda dari dampak tersebut. Selain itu kota Bangko yang tak lagi memiliki lahan terbuka hijau yang banyak guna menjaga kebersihan air dan tanah menyebabkan tanah menjadi kering dan tandus yang akan menambah kotor udara. Jika dibiarkan Kota Bangko bisa menjadi seperji Jakarta yang akan mengalami banjir besar.
            Penebangan hutan yang terjadi di Merangin dilakukan oleh  orang-orang yang mementingkan dirinya saja. Menurut Siswo, perambahan terjadi sejak 1996 hingga saat ini, kerusakan hutan yang ada di Jambi, sebagian besar disebabkan oleh kegiatan perambahan. Hal ini awalnya menjadi laporan Pemkab Merangin pada 2008 tentang adanya perambahan secara besar-besaran.  Tercatat ada 10.814 orang yang melakukannya. Orang-orang tersebut berasal dari penduduk sekitar daerah kawasan hutan dan dari daerah luar Jambi.  Siswo menjelaskan bahwa gundulnya hutan-hutan tersebut akibat perambahan yang dilakukan warga  sekitar dan warga di luar Provinsi Jambi, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan provinsi lainnya.
            Penebangan hutan di kabupaten Merangin disebabkan oleh adanya perambahan besar-besar. Selain itu disebabkan deforestasi atau banyaknya hutan dialih fungsikan, menjadi baik menjadi  perkebunan seperti kebun karet dan sawit ataupun menjadi bangunan lainya seperti Ruko (rumah took) maupun perumahan yang sering kita temui di Merangin terutama di kota Bangko dan pembukaan jalan. Selain itu ditambah lagi dengan banyaknya kegiatan ilegalogin penebangan pohon-pohon yang akhir-akhir ini terjadi. Jutaan pohon di Merangin habis digunduli menjadi kayu glondongan yang dikiring ke berbagai wilayah. Selain itu juga disebabkan oleh banyaknya kebakaran hutan yang terjadi baik yang disebabkan oleh ulah manusia maupun karena musim kering yang terjadi di Merangin akhir-akhir lalu. Berdasar catatan yang ada, ada sekitar 9.815 hektare hutan yang rusak. Dan memang terlihat jelas gundulnya, tanah dan sisa-sisa kebakaran yang menghampar luas di perbukitan.
            Dari keseluruhan tersebut, perambahan telah meliputi hampir seluruh kawasan hutan, mulai dari hutan produksi terbatas (HPT) seluas kurang lebih 261 Ha, Taman Nasional seluas 1.814 Ha, Hutan Produksi (HP) seluas 6.319 Ha, dan areal penggunaan lain (APL) seluas 1.420 Ha. Dari semua kawasan hutan di Merangin yang tercatat pada tahun 2008 seluas 339.180 hektare.
            Untuk mengatasi banyaknya penebangan hutan yang sering terjadi di kabupaten Merangi diperlukan pengolaan kawasan hutan yang baik seperti larangan menebang pohon di kawasan hutan dan pemanajemenan penebangan hutan seperti system tembang pilih langsung tanam. Menurut Bupati Merangin “kawasan hutan perlu dikelola, dan ditata di wilayah pengelolaan hutan dengan mempertimbangkan fungsi pokok dan peruntukannya. Ini sebagai syarat terciptanya pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, berkeadilan, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta meningkatkan pendapatan daerah”.  Selain itu diperlukannya upaya kita bersama dalam menjaga dan mengawasi penebangan hutan dan melakukan penanaman pohon satu orang satu pohon. Serta meningkatkan parutaran mengenai cara penebangan hutan yang benar semua itu hanya untuk anak cucu kita nanti.



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


3.1 Kesimpulan


          Hutan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia, berbagai fungsi dari hutan sangat bermanfaat bagi kehidupan. Tetapi dewasa ini penebangan hutan sering terjadi termasuk juga di kabupaten Merangin. Kawasan hutan Merangin yang dulunya salah satu terbesar di provinsi Jambi kini telah menurun drastis. Penyebabnya adalah perambahan hutan, deforsetasi atau pengalihan fungsi hutan, ilegaloging, dan kebakaran hutan. Pelakunya adalah orang-orang yang hanya mementingkan diri mereka saja baik dari sekitar kawasan hutan atau orang dari luar Jambi. Dampak dari penebangan hutan bagi kehidupan adalah udara yang semakin kotor dan rusaknya ekosistem lingkungan, bencan alam, dan pemanasan global. Cara mengatasinya dengan pengolaan kawasan hutan yang baik dan benar dan peran aktif kita semua.

3.2 Kritik Dan Saran

          Marilah kita mulai menjaga lingkungan hutan kita dari penebangan hutan, menjaga dan merawat pohon, menanm kembali pohon yang telah rusak dengan cara satu orang satu pohon, marilah kita saling menjaga dan mengawasi terhadap tindakan penebangan pohon demi masa depan dan anak cucu kita.


















DAFTAR PUSTAKA

diakses 10 Maret 2013
diakses 10 Maret 2013
diakses 11 Maret 2013
diakses 11 Maret 2013
diakses 11 Maret 2013


























Makalah Kebiasaan Membuang Sampah Siswa


HASIl PENELITIAN BAHASA INDONESIA
KEBIASAAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN
 




















TEMA: KEBIASAAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN 
             SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MERANGIN


DISUSUN OLEH:
GATOT TRIAMBODO
XI IPA4
2012 - 2013




BAB I
PENDAHULUAN


1.1  PENDAHULUAN
            Hampir setiap waktu siswa dihabiskan di sekolah. Sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi siswa. Sehingga kebersihan sekolah harus dijaga demi memelihara kenyamanan dalam belajar. Tapi kenyataannya sampah – sampah betebaran di sekitar lingkungan sekolah. Sampah – sampah tersebut tidak dibuang pada tempanya. Membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya sudah dilakukan siswa sejak zaman dahulu, perbuatan ini telah menjadi kebiasaan. Kebiasaan membuang sampah tersebut akan mengangu terutama dalam hal kenyamanan belajar. Siswa cenderung membuang sampah di mana ia berada.  
            Oleh itu saya melakukan penelitian mengenai kebiasaan mebuang sampah sembarangan atau tidak pada tembatnya siswa SMA Negeri 1 Merangin terutama kelas XI IPA. Kemudian  hasil laporan penelitian diberikan  kepada guru tentang penelitian tersebut. Peneliatian tersebut dilakukan pada:
            Hari                 : Sabtu
            Tanggal           : 26 Febuari 2013
            Tempat            : SMA Negeri 1 Merangin
            Peserta             : Siswa kelas XI IPA

1.2  RUMUSAN MASALAH
            Bagaimana solusi menghilangkan kebiasaan membuang sampah sembarang siswa?








BAB II
ISI LAPORAN

2.1 TUJUAN
            Untuk menghilangkan kebiasaan membuang sampah siswa SMA N 1Merangin.

2.2 ALASAN
            Saya memilih penelitian ini untuk mencari solusi agar menghilangkan kebiasaan membuang sampah sembarang untuk siswa SMA N 1 Merangin termasuk saya sendiri sehingga mencipkan keadaan SMA N 1 Merangin yang bersih.

2.3 HASIL PENILITIAN
            Pokok – Pokok:
1.      Kebiasaan membuang sampah sembarangan.
2.      Alasan membuang sampah sembarang.
3.      Akibat membuang sampah sembarangan di SMA N 1 Merangin.
4.      Solusi mengatasi kebiasaan membuang sampah sembarang.

            Sampah merupakan hal yang sering kita temui. Banyak sampah itu disebabkan oleh majunya industry pengemasan makanan. Sambah-sampah itu dapat berupa pembungkus makanan, kertas dll. Kebiasaan membuang sampah sembarang sering dilakukan tanpa kita sadari, termasuk juga dilakukan oleh siswa SMA N 1 Merangin terutama kelas XI IPA. Kebiasaan ini selalu dilakukan oleh siswa tanpa mengenal orang. Hampir sebagian siswa kelas XI IPA melakukannya. Walaupun tidak semua orang tetapi hal tersebut merupakan kebiasaaan buruk yang harus dihilangkan.
            Banyak alasan yang kita temui ketika kita menanyakan alasan kepada mereka siswa kelas XI IPA tentang kebiasaan membuang sampah sembarangan. Seperti: kurangnya tong sampah atau tong sampah yang terlalu jauh, kurang perhatianya siswa terhadap kebersihan lingkungan, iseng, atau alasan – alasan lainnya yang menyangkut diri siswa itu sendiri.
            Tanpa kita sadari, hal yang sepele yang kita lakukan tersebut dapat berakibat sangat besar. Sampah-sampah yang bertebaran akan mengotori lingkungan sekolah SMA N 1 Merangin, hal itu akan berdampak pada tergangunya kosentrasi siswa dalam belajar. Selain itu sampah juga akan berdampak pada rusaknya kondisi  struktur tanah bahkan hal terburuk seperti timbulnya berbagai macam penyakit yang akan menjangkit siswa SMA N 1 Merangin.
            Untuk mengatasi kebiasaan membuang sampah sembarang ada 3 langkah yaitu preventif (pencegahan), repressif (penanggulangan), dan rehabilitasi. Preventif atau pencegahan dilakukan kepada siswa sejak masa kecilnya, berupa ajaran kepribadian atau dampak dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, langkag ke-2, repressif atau pencegahaan berupa hukuman yang diberikan kepada para pembuang sampah sembarangan agar tidak mengulangi kebiasaan tersebut. Dan yang terakhir yaitu rehabilitasi, siswa yang masih melakukan kebiasaan membuang sampah sembarangan direhabilitasi agar kepribadiaan siswa dikembalikan ke yang benar. Walau telihat bertele-tele tetapi ini merupakan cara yang effektif bila dilihat dari keaadaaan yang ada.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

            Kebiasan siswa kelas XI IPA membuang sampah sembarang membuat kotor lingkungan sekolah. Sehingga mengangu ketentaraman dalam belajar. Seharusnya kebiasaan ini harus dihilangkan atau dikurangi dengan 3 langkah yaitu preventif, repressif dan rehabilitasi. Dalam mengatasinya  mulai dari diri sendiri dan dibantu dengan partisipasi guru atau pihak sekolah. Marilah kita meningkatan kesadaran membuang sampah pada tempatnya mulai dari diri kita sendiri agar kebersihan lingkungan kita tetap terjaga.