KARYA ILMIAH
DAMPAK PENEBANGAN HUTAN
BAGI KEHIDUPAN
DI KAB. MERANGIN
OLEH:
GATOT TRIAMBODO
XI IPA 4
SMA NEGERI 1 MERANGI
2012-2013
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................ x
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang........................................................................................................ 1
Tujuan...................................................................................................................... 1
Rumusan Masalah................................................................................................... 1
Landasan Teori........................................................................................................ 2
BAB II ISI
Penjelasan................................................................................................................ 3
BAB III KESIMPULAN
Kesimpulan.............................................................................................................. 5
Kritik dan Saran...................................................................................................... 5
Daftar Pusataka....................................................................................................... 6
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa Karena atas izin –Nya lah saya dapat menyelesaikan karya
saya ini yang berjudul “Dampak Penebangan Hutan Bagi Kehidupan di Kabupaten
Merangin”.
Tak lupa pula saya ucapkan banyak
terima kasih kepada guru bahasa Indonesia dan orang-orang yang telah berjasa kepada
pembuatan karya saya ini. Dan terima kasih kepada teman-teman saya yang telag
membantu saya.
Dan saya berharap agar karya saya
ini dapat bermanfaat bagi kita semua
terutama kepada masyarakat Merangin. Demikianlah ucapan dari saya.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Hutan merupakan paru-paru dunia yang
memiliki peran dalam menyuplai oksigen dan udara bersih dunia. Hutan di
kabupaten Merangin merupakan salah satu yang terbesar di provinsi Jambi.
Tercatat pada tahun 1998 hutan di Merangin seluas 767.890 hektar. Terdiri dari
HPL seluas 423.879 hektare (55,20 persen), dan 351.023 hektare (44,80 persen)
adalah kawasan hutan. Baik sebagai hutan produksi (HP/HPT), hutan lindung (HL)
maupun hutan konservasi. Tetapi pada tahun 2008 kawasan hutan di Merangin
menurun drastis, tercatat kawasan hutan menjadi 339.180 hektare. Penurunan ini
disebabkan banyaknya penebangan hutan yang terjadi akhir-akhir ini.
Penebangan hutan yang terjadi akan
berdampak pada rusaknya ekosistem dan peyimpitan kawaan hutan Merangin. Selain
itu dampak-dampak lain yang mengganggu
kesehatan dan lain-lain dapat terjadi. Oleh sebab itu saya membuat karya ini
untuk mencari informasi mengenai dampak dari penebangan hutan di kabupaten
Merangin dan memberikan informasi tersebut kepada semua sebagai informasi dan pengetahuan kita tentang
keadaan lingkungan sekitar kita agar kta dapat menjadi lebih baik.
1.2 TUJUAN
Untuk mencari informasi mengenai
dampak dari penebangan hutan di Kabupaten Merangin pada kehidupan dan
memberikan informasi tersebut kepada masyarakat sekitar agar dapat bermanfaat.
1.3 RUMUSAN MASALAH
1. Apa
dampak dari penebangan hutan bagi kehidupan di Kabupaten Merangin?
2. Dimana
kawasan terbesar yang mengalami dampak penebangan hutan di Kab. Merangin?
3. Siapa
yang melakukan penebangan hutan di Kabupaten Merangin?
4. Mengapa
penebangan hutan terjadi di Kabupaten Merangin?
5. Bagaiman
cara mengatasi penebangan hutan di Kabupaten Merangin?
1.4 LANDASAN
TEORI
Menurut Dr. Sumardi Hs, S.Sos hutan
merupakan suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya
alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, dan
yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
Menurtut Dr. Sumardi Hs, S.Sos Ada beberapa fungsi hutan yang
sangat penting bagi kehidupan makhluk di muka bumi, diantaranya:
1.
Menyediakan oksigen (O2)
2.
Menyerap karbon dioksida (CO2)
4.
Pelestarian Plasma Nutfah
5.
Mengatasi Penggenangan
6.
Pelestarian Air Tanah
Nalim
mengatakan, di Merangin memiliki luas wilayah 767.890 hektare yang terdiri dari
HPL seluas 423.879 hektare (55,20 persen), dan 351.023 hektare (44,80 persen)
adalah kawasan hutan. Baik sebagai hutan produksi (HP/HPT), hutan lindung (HL)
maupun hutan konservasi.
"Kondisi hutan yang ada saat
ini sangat memprihatinkan, termasuk di Merangin akibat banyak mengalami
gangguan-- defirestasi---. Antara lain, perambahan hutan, ilegal logging,
kebakaran hutan dan lain-lain," katanya.
Menurut Siswo, perambahan terjadi
sejak 1996 hingga saat ini, kerusakan hutan yang ada di Jambi, sebagian besar
disebabkan oleh kegiatan perambahan. Hal ini awalnya menjadi laporan Pemkab
Merangin pada 2008 tentang adanya perambahan secara besar-besaran.
“Hutan
memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan kita, baik
langsung maupun tidak langsung. Diantaranya produksi hasil hutan, mengatur
iklim mikro dan eko wisata. Oleh sebab itu, kerusakan hutan akan dapat
menimbulkan terjadinya bencana alam dan kerugian yang besar bagi masyarakat,
seperti banjir, tanah longsor dan pemanasan global,” jelas Nalim.
Kata
bupati, kawasan hutan perlu dikelola, dan ditata di wilayah pengelolaan hutan
dengan mempertimbangkan fungsi pokok dan peruntukannya. Ini sebagai syarat
terciptanya pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, berkeadilan, dan
dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta meningkatkan pendapatan
daerah.
BAB II
ISI
2. PENJELASAN
Penebangan hutan semakin sering
terjadi, termasuk di kabupaten Merangin. Tak hal kegiatan seperti itu
menimbulkan dampak yang besar. Penembangan hutan tanpa pemikiran logis dapat
mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem lingkungan. Hewan-hewan yang ada
di hutan kabupaten Meragin sekarang semakin berkurang mengikuti kawasan hutan
yang semakin menyempit. Tak hal terkadang hewan-hewan yang ada di hutan keluar
dan masuk kepemungkiman warga untuk mencari makan karena hutan sebagai tempat
mencari makan mereka telah dirusak warga. Dan yang tak kalah penting lagi
adalah fungsi hutan sebagai penyedia oksigen dan penyerap carbodioksida,
pencegah erosi, mengatasi penggenaan, dan penjaga air tanah. Seperti yang
dikatakan oleh Bupati Merangin Bpk. Nalim dalam Koran Tribun Jambi“Hutan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi
kehidupan kita, baik langsung maupun tidak langsung. Diantaranya produksi hasil
hutan, mengatur iklim mikro dan eko wisata. Oleh sebab itu, kerusakan hutan
akan dapat menimbulkan terjadinya bencana alam dan kerugian yang besar bagi
masyarakat, seperti banjir, tanah longsor dan pemanasan global,” jelas Nalim.
Bila dipikirkan apabila hutan semakin
dirusak tentu akan berakibat pada berkurangnya fungsi hutan. Ujung-ujungnya
akan berdampak pada berkurangnya udara bersih karena hutan tidak bisa menyuplai
oksigen sebagai mana biasanya dan karbondiosida yang bebas bertebaran di udara;
tanah yang longsor atau erosi karena akar pohon tidak menyangga tanah lagi;
Terganggunya sistem hidro-orologis akibat kerusakan hutan. Banjir pada musim
hujan dan kekeringan pada musim kemarau merupakan salah satu contoh dari tidak
berfungsinya hutan untuk menjaga tata air. Air hujan yang jatuh tidak dapat
diserap dengan baik oleh tanah,
laju aliran permukaan atau runoff begitu besar dapat mengakibatkan banjir; atau
pun yang lagi sering dibicarakan adalah pemanasan global yang mengakibatkan
suhu udara yang semakin panas.
Sebagian besar dari daerah di
kabupaten Merangin menerima dampak dari penebangan hutan baik itu di pusat kota
Bangko maupun di sekitar kawasan hutan. Jika dilihat kawasan yang mengalami
dampak terbesar adalah kota Bangko. Meski dampaknya tidak bisa dirasakan oleh semua
orang tetapi jika kita runungkan dapat kita rasakan. Udara yang semakin panas
merupakan tanda-tanda dari dampak tersebut. Selain itu kota Bangko yang tak
lagi memiliki lahan terbuka hijau yang banyak guna menjaga kebersihan air dan
tanah menyebabkan tanah menjadi kering dan tandus yang akan menambah kotor
udara. Jika dibiarkan Kota Bangko bisa menjadi seperji Jakarta yang akan
mengalami banjir besar.
Penebangan hutan yang terjadi di
Merangin dilakukan oleh orang-orang yang
mementingkan dirinya saja. Menurut Siswo, perambahan terjadi sejak 1996 hingga
saat ini, kerusakan hutan yang ada di Jambi, sebagian besar disebabkan oleh
kegiatan perambahan. Hal ini awalnya menjadi laporan Pemkab Merangin pada 2008
tentang adanya perambahan secara besar-besaran.
Tercatat ada 10.814 orang yang melakukannya. Orang-orang tersebut
berasal dari penduduk sekitar daerah kawasan hutan dan dari daerah luar
Jambi. Siswo menjelaskan bahwa gundulnya
hutan-hutan tersebut akibat perambahan yang dilakukan warga sekitar dan warga di luar Provinsi Jambi, seperti
Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan provinsi lainnya.
Penebangan hutan di kabupaten
Merangin disebabkan oleh adanya perambahan besar-besar. Selain itu disebabkan
deforestasi atau banyaknya hutan dialih fungsikan, menjadi baik menjadi perkebunan seperti kebun karet dan sawit
ataupun menjadi bangunan lainya seperti Ruko (rumah took) maupun perumahan yang
sering kita temui di Merangin terutama di kota Bangko dan pembukaan jalan.
Selain itu ditambah lagi dengan banyaknya kegiatan ilegalogin penebangan
pohon-pohon yang akhir-akhir ini terjadi. Jutaan pohon di Merangin habis
digunduli menjadi kayu glondongan yang dikiring ke berbagai wilayah. Selain itu
juga disebabkan oleh banyaknya kebakaran hutan yang terjadi baik yang
disebabkan oleh ulah manusia maupun karena musim kering yang terjadi di
Merangin akhir-akhir lalu. Berdasar catatan yang ada, ada sekitar 9.815 hektare
hutan yang rusak. Dan memang terlihat jelas gundulnya, tanah dan sisa-sisa
kebakaran yang menghampar luas di perbukitan.
Dari keseluruhan tersebut,
perambahan telah meliputi hampir seluruh kawasan hutan, mulai dari hutan
produksi terbatas (HPT) seluas kurang lebih 261 Ha, Taman Nasional seluas 1.814
Ha, Hutan Produksi (HP) seluas 6.319 Ha, dan areal penggunaan lain (APL) seluas
1.420 Ha. Dari semua kawasan hutan di Merangin yang tercatat pada tahun 2008
seluas 339.180 hektare.
Untuk mengatasi banyaknya penebangan
hutan yang sering terjadi di kabupaten Merangi diperlukan pengolaan kawasan
hutan yang baik seperti larangan menebang pohon di kawasan hutan dan
pemanajemenan penebangan hutan seperti system tembang pilih langsung tanam.
Menurut Bupati Merangin “kawasan hutan perlu dikelola, dan ditata di wilayah
pengelolaan hutan dengan mempertimbangkan fungsi pokok dan peruntukannya. Ini
sebagai syarat terciptanya pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan,
berkeadilan, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta
meningkatkan pendapatan daerah”. Selain
itu diperlukannya upaya kita bersama dalam menjaga dan mengawasi
penebangan hutan dan melakukan penanaman pohon satu orang satu pohon. Serta
meningkatkan parutaran mengenai cara penebangan hutan yang benar semua itu
hanya untuk anak cucu kita nanti.
BAB III
KESIMPULAN DAN
SARAN
3.1 Kesimpulan
Hutan merupakan hal
yang penting bagi kehidupan manusia, berbagai fungsi dari hutan sangat
bermanfaat bagi kehidupan. Tetapi dewasa ini penebangan hutan sering terjadi
termasuk juga di kabupaten Merangin. Kawasan hutan Merangin yang dulunya salah
satu terbesar di provinsi Jambi kini telah menurun drastis. Penyebabnya adalah
perambahan hutan, deforsetasi atau pengalihan fungsi hutan, ilegaloging, dan
kebakaran hutan. Pelakunya adalah orang-orang yang hanya mementingkan diri
mereka saja baik dari sekitar kawasan hutan atau orang dari luar Jambi. Dampak
dari penebangan hutan bagi kehidupan adalah udara yang semakin kotor dan rusaknya
ekosistem lingkungan, bencan alam, dan pemanasan global. Cara mengatasinya
dengan pengolaan kawasan hutan yang baik dan benar dan peran aktif kita semua.
3.2 Kritik Dan Saran
Marilah
kita mulai menjaga lingkungan hutan kita dari penebangan hutan, menjaga dan
merawat pohon, menanm kembali pohon yang telah rusak dengan cara satu orang
satu pohon, marilah kita saling menjaga dan mengawasi terhadap tindakan
penebangan pohon demi masa depan dan anak cucu kita.
DAFTAR PUSTAKA
diakses 10 Maret 2013
diakses 10 Maret 2013
diakses 11 Maret 2013
diakses 11 Maret 2013
diakses 11 Maret 2013